Candi Borobudur
Borobudur adalah nama sebuah candi Buddha yang terletak di Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Lokasi candi adalah kurang lebih 100 km di sebelah barat daya Semarang dan 40 km di sebelah barat laut Yogyakarta. Candi ini didirikan oleh para penganut agama Buddha Mahayana sekitar tahun 800-an Masehi pada masa pemerintahan wangsa Syailendra. Dalam etnis Tionghoa, candi ini disebut juga 婆羅浮屠 (Hanyu Pinyin: pó luó fú tú) dalam bahasa Mandarin.
NAMA BOROBUDUR
Banyak teori yang berusaha menjelaskan nama candi ini. Salah satunya menyatakan bahwa nama ini kemungkinan berasal dari kata Sambharabhudhara, yaitu artinya "gunung" (bhudara) di mana di lereng-lerengnya terletak teras-teras. Selain itu terdapat beberapa etimologi rakyat lainnya. Misalkan kata borobudur berasal dari ucapan "para Buddha" yang karena pergeseran bunyi menjadi borobudur. Penjelasan lain ialah bahwa nama ini berasal dari dua kata "bara" dan "beduhur". Kata bara konon berasal dari kata vihara, sementara ada pula penjelasan lain di mana bara berasal dari bahasa Sansekerta yang artinya kompleks candi atau biara dan beduhur artinya ialah "tinggi", atau mengingatkan dalam bahasa Bali yang berarti "di atas". Jadi maksudnya ialah sebuah biara atau asrama yang berada di tanah tinggi.
Sejarawan J.G. de Casparis dalam disertasinya untuk mendapatkan gelar doktor pada 1950 berpendapat bahwa Borobudur adalah tempat pemujaan. Berdasarkan prasasti Karangtengah dan Kahulunan, Casparis memperkirakan pendiri Borobudur adalah raja mataram dinasti Syailendra bernama Samaratungga, yang melakukan pembangunan sekitar tahun 824 M. Bangunan raksasa itu baru dapat diselesaikan pada masa putrinya, Ratu Pramudawardhani. Pembangunan Borobudur diperkirakan memakan waktu setengah abad. Dalam prasasti Karangtengah pula disebutkan mengenai penganugerahan tanah sima (tanah bebas pajak) oleh Çrī Kahulunan (Pramudawardhani) untuk memelihara Kamūlān yang disebut Bhūmisambhāra. [1] Istilah Kamūlān sendiri berasal dari kata mula yang berarti tempat asal muasal, bangunan suci untuk memuliakan leluhur, kemungkinan leluhur dari wangsa Sailendra. Casparis memperkirakan bahwa Bhūmi Sambhāra Bhudhāra dalam bahasa sansekerta yang berarti "Bukit himpunan kebajikan sepuluh tingkatan boddhisattwa", adalah nama asli Borobudur
STRUKTUR BOROBUDUR
Candi Borobudur berbentuk punden berundak, yang terdiri dari enam tingkat berbentuk bujur sangkar, tiga tingkat berbentuk bundar melingkar dan sebuah stupa utama sebagai puncaknya. Selain itu tersebar di semua tingkat-tingkatannya beberapa stupa.
Borobudur yang bertingkat sepuluh menggambarkan secara jelas filsafat mazhab Mahayana. bagaikan sebuah kitab, Borobudur menggambarkan sepuluh tingkatan Bodhisattva yang harus dilalui untuk mencapai kesempurnaan menjadi Buddha.
Bagian kaki Borobudur melambangkan Kamadhatu, yaitu dunia yang masih dikuasai oleh kama atau "nafsu rendah". Bagian ini sebagian besar tertutup oleh tumpukan batu yang diduga dibuat untuk memperkuat konstruksi candi. Pada bagian yang tertutup struktur tambahan ini terdapat 120 panel cerita Kammawibhangga. Sebagian kecil struktur tambahan itu disisihkan sehingga orang masih dapat melihat relief pada bagian ini.
Empat lantai dengan dinding berelief di atasnya oleh para ahli dinamakan Rupadhatu. Lantainya berbentuk persegi. Rupadhatu adalah dunia yang sudah dapat membebaskan diri dari nafsu, tetapi masih terikat oleh rupa dan bentuk. Tingkatan ini melambangkan alam antara yakni, antara alam bawah dan alam atas. Pada bagian Rupadhatu ini patung-patung Buddha terdapat pada ceruk-ceruk dinding di atas ballustrade atau selasar.
Mulai lantai kelima hingga ketujuh dindingnya tidak berelief. Tingkatan ini dinamakan Arupadhatu (yang berarti tidak berupa atau tidak berwujud). Denah lantai berbentuk lingkaran. Tingkatan ini melambangkan alam atas, di mana manusia sudah bebas dari segala keinginan dan ikatan bentuk dan rupa, namun belum mencapai nirwana. Patung-patung Buddha ditempatkan di dalam stupa yang ditutup berlubang-lubang seperti dalam kurungan. Dari luar patung-patung itu masih tampak samar-samar.
Tingkatan tertinggi yang menggambarkan ketiadaan wujud dilambangkan berupa stupa yang terbesar dan tertinggi. Stupa digambarkan polos tanpa lubang-lubang. Di dalam stupa terbesar ini pernah ditemukan patung Buddha yang tidak sempurna atau disebut juga unfinished Buddha, yang disalahsangkakan sebagai patung Adibuddha, padahal melalui penelitian lebih lanjut tidak pernah ada patung pada stupa utama, patung yang tidak selesai itu merupakan kesalahan pemahatnya pada zaman dahulu. menurut kepercayaan patung yang salah dalam proses pembuatannya memang tidak boleh dirusak. Penggalian arkeologi yang dilakukan di halaman candi ini menemukan banyak patung seperti ini.
Di masa lalu, beberapa patung Buddha bersama dengan 30 batu dengan relief, dua patung singa, beberapa batu berbentuk kala, tangga dan gerbang dikirimkan kepada Raja Thailand, Chulalongkorn yang mengunjungi Hindia Belanda (kini Indonesia) pada tahun 1896 sebagai hadiah dari pemerintah Hindia Belanda ketika itu.
Borobudur tidak memiliki ruang-ruang pemujaan seperti candi-candi lain. Yang ada ialah lorong-lorong panjang yang merupakan jalan sempit. Lorong-lorong dibatasi dinding mengelilingi candi tingkat demi tingkat. Di lorong-lorong inilah umat Buddha diperkirakan melakukan upacara berjalan kaki mengelilingi candi ke arah kanan. Bentuk bangunan tanpa ruangan dan struktur bertingkat-tingkat ini diduga merupakan perkembangan dari bentuk punden berundak, yang merupakan bentuk arsitektur asli dari masa prasejarah Indonesia.
Struktur Borobudur bila dilihat dari atas membentuk struktur Mandala.
Struktur Borobudur tidak memakai semen sama sekali, melainkan sistem interlock yaitu seperti balok-balok Lego yang bisa menempel tanpa lem.
RELIEF
Di setiap tingkatan dipahat relief-relief pada dinding candi. Relief-relief ini dibaca sesuai arah jarum jam atau disebut mapradaksina dalam bahasa Jawa Kuna yang berasal dari bahasa Sansekerta daksina yang artinya ialah timur. Relief-relief ini bermacam-macam isi ceritanya, antara lain relief-relief cerita jātaka.
Pembacaan cerita-cerita relief ini senantiasa dimulai, dan berakhir pada pintu gerbang sisi timur di setiap tingkatnya, mulainya di sebelah kiri dan berakhir di sebelah kanan pintu gerbang itu. Maka secara nyata bahwa sebelah timur adalah tangga naik yang sesungguhnya (utama) dan menuju puncak candi, artinya bahwa candi menghadap ke timur meskipun sisi-sisi lainnya serupa benar.
Adapun susunan dan pembagian relief cerita pada dinding dan pagar langkan candi adalah sebagai berikut.
BAGAN RELIEF
Tingkat Posisi/letak Cerita Relief Jumlah Pigura
Kaki candi asli - ----- Karmawibhangga 160 pigura
Tingkat I - dinding a. Lalitawistara 120 pigura
------- - ----- b. jataka/awadana 120 pigura
------- - langkan a. jataka/awadana 372 pigura
------- - ----- b. jataka/awadana 128 pigura
Tingkat II - dinding Gandawyuha 128 pigura
-------- - langkan jataka/awadan 100 pigura
Tingkat III - dinding Gandawyuha 88 pigura
-------- - langkan Gandawyuha 88 pigura
Tingkat IV - dinding Gandawyuha 84 pigura
-------- - langkan Gandawyuha 72 pigura
-------- Jumlah -------- 1460 pigura
TAHAPAN PEMBANGUNAN BOROBUDUR
* Tahap pertama
Masa pembangunan Borobudur tidak diketahui pasti (diperkirakan antara 750 dan 850 M). Pada awalnya dibangun tata susun bertingkat. Sepertinya dirancang sebagai piramida berundak. tetapi kemudian diubah. Sebagai bukti ada tata susun yang dibongkar.
* Tahap kedua
Pondasi Borobudur diperlebar, ditambah dengan dua undak persegi dan satu undak lingkaran yang langsung diberikan stupa induk besar.
* Tahap ketiga
Undak atas lingkaran dengan stupa induk besar dibongkar dan dihilangkan dan diganti tiga undak lingkaran. Stupa-stupa dibangun pada puncak undak-undak ini dengan satu stupa besar di tengahnya.
* Tahap keempat
Ada perubahan kecil seperti pembuatan relief perubahan tangga dan lengkung atas pintu.
PROSES PEMUGARAN CANDI BOROBUDUR
• 1814 - Sir Thomas Stamford Raffles, Gubernur Jenderal Britania Raya di Jawa, mendengar adanya penemuan benda purbakala di desa Borobudur. Raffles memerintahkan H.C. Cornelius untuk menyelidiki lokasi penemuan, berupa bukit yang dipenuhi semak belukar.
• 1873 - monografi pertama tentang candi diterbitkan.
• 1900 - pemerintahan Hindia Belanda menetapkan sebuah panitia pemugaran dan perawatan candi Borobudur.
• 1907 - Theodoor van Erp memimpin pemugaran hingga tahun 1911.
• 1926 - Borobudur dipugar kembali, tapi terhenti pada tahun 1940 akibat krisis malaise dan Perang Dunia II.
• 1956 - Pemerintah Indonesia meminta bantuan UNESCO. Prof. Dr. C. Coremans datang ke Indonesia dari Belgia untuk meneliti sebab-sebab kerusakan Borobudur.
• 1963 - Pemerintah Indonesia mengeluarkan surat keputusan untuk memugar Borobudur, tapi berantakan setelah terjadi peristiwa G-30-S.
• 1968 - Pada konferensi-15 di Perancis, UNESCO setuju untuk memberi bantuan untuk menyelamatkan Borobudur.
• 1971 - Pemerintah Indonesia membentuk badan pemugaran Borobudur yang diketuai Prof.Ir.Roosseno. Batu peringatan pemugaran candi Borobudur dengan bantuan UNESCO
• 1972 - International Consultative Committee dibentuk dengan melibatkan berbagai negara dan Roosseno sebagai ketuanya. Komite yang disponsori UNESCO menyediakan 5 juta dolar Amerika Serikat dari biaya pemugaran 7.750 juta dolar Amerika Serikat. Sisanya ditanggung Indonesia.
• 10 Agustus 1973 - Presiden Soeharto meresmikan dimulainya pemugaran Borobudur; pemugaran selesai pada tahun 1984
• 21 Januari 1985 - terjadi serangan bom yang merusakkan beberapa stupa pada Candi Borobudur yang kemudian segera diperbaiki kembali. Serangan dilakukan oleh kelompok Islam ekstremis yang dipimpin oleh Husein Ali Al Habsyi.
• 1991 - Borobudur ditetapkan sebagai Warisan Dunia UNESCO.
REFERENSI
# ^ Drs. R. Soekmono, (1973, 5th reprint edition in 1988). Pengantar Sejarah Kebudayaan Indonesia 2, 2nd ed.. Yogyakarta: Penerbit Kanisius. hal. 46.
# ^ Walubi Borobudur : Candi Berbukit Kebajikan
Daftar Wakil Presiden Republik Indonesia
Gubernur Jakarta
| 1. Suwiryo (1945-1947) berkedudukan sebagai Walikota Jakarta | 2. Daan Jahja (1948-1950) Gubernur Militer | 3. Suwiryo (1950-1951) berkedudukan sebagai Walikota Jakarta | 4. Syamsurizal (1951-1953) berkedudukan sebagai Walikota Jakarta |
| 5. Sudiro (1953-1960) berkedudukan sebagai Walikota Jakarta | 6. Dr. Soemarno (1960-1964) | 7. Henk Ngantung (1964-1965) | 8. Dr. Soemarno (1965-1966) |
| 9. Ali Sadikin (1966-1977) | 10. H. Tjokropranolo (1977-1982) | 11. R. Soeprapto (1982-1987) | 12. Wiyogo Atmodarminto (1987-1992) |
| 13. Soerjadi Soedirdja (1992-1997) | 14. Sutiyoso (1997-1998) dua masa jabatan |
| 14. Sutiyoso (1998-7 Oktober 2007) dua masa jabatan | 15. Fauzi Bowo (7 Oktober 2007-2012) |
Pegunungan Dieng
Dieng adalah dataran tinggi di Jawa Tengah, yang masuk wilayah Kabupaten Banjarnegara dan Kabupaten Wonosobo. Letaknya berada di sebelah barat kompleks Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing
Aspek Sosial
- Nama Dieng berasal dari gabungan dua kata bahasa Sunda Kuna: "di" yang berarti "tempat" atau "gunung" dan "Hyang" yang bermakna (Dewa). Dengan demikian, Dieng berarti daerah pegunungan tempat para dewa dan dewi bersemayam.
- Penduduknya 100 % beragama Islam, mayoritas penduduknya beragama Islam tersebut memiliki kultur keislam yang daekat dengan wali songo. Secara umum, mazhab yang menjadi panutan adalah Mazhab syafii. Nuansa keislaman dan keberagaman sangat tampak dari sudut budayanya.Di daerah sepanjang dieng pun banyak berdiri mesjid mesjid megah . Tanpa ada gereja atupun wihara satupun.
- Ada pula yang terkenal yaitu bocah yang rambutnya awut-awutan biasa dikenal dengan sebutan anak gimbal. Sayang nya saat study tour, kami tidak menmukan satupun anak gimbal yang mengikuti orang tuanya berjualan. Tetapi kami akan bahas sedikit tentang anak gimbal. Masyarakat di Dieng sangat mengistimewakan anak gimbal (anak yang rambut nya awut awutan) Semua permintaan mereka harus dipenuhi. Bila tidak, masyarakat percaya keluarga akan mendapat petaka.
- Masyarakat di Pegunungan Dieng, bertekad mulihkan kondisi kampung halaman mereka yang mengalami kerusakan sehingga sulit memperoleh air bersih. Masyarakat harus menempuh perjalanan dengan jarak 10 kilometer hanya untuk mendapat sumber air bersih. Namun hasil pertanian di Pegunungan Dieng bisa diibaratkan emas hijau bagi masyarakat disana yang matapencahrianya rata-rata petani.Justru karena hasilnya tinggi, petani terus-menerus memanfaatkan tanahnya untuk pertanian tanpa mempedulikan aspek keselamatan lingkungan.Akibatnya kawasan yang semula rimbun, lanjutnya, kini berubah menjadi lahan pertanian gundul.
- Norma-norma yang berlaku di masyarakat sekitar dieng adalah norma-norma islam. Walaupun dahulunya di lereng gunung dieng itu terdapat tempat beribadah umat budha dengan bukti ada nya candi-candi di sanana. Selain itu, Sepanjang jalan menuju puncak dieng, terdapat banyak mesjid maupun langgar. Di dalam mesjidnyapun menggunakan hijab (pembatas antara ikhwan (laki-laki) dengan akhwat (perempuan) yang terbuat dari kain). Hal tersebut menunjukkan bahwa norma serta nilai-nilai islam masih sangat melekat di lingkungan masyarakat nya.
Aspek Ekonomi
- Penduduknya sebagian besar bermata pencaharian sebagai petani. Saat ini pertanian yang mendominasi adalah tanaman sayuran seperti kol, kacang, wortel labu siam dan kentang. Untuk Tanaman pangan umumnya mereka menanam jagung, dan singkong.
- Sebagian yang lain berprofesi sebagai pedagang, buruh industri, buruh dagang, sopir, dan perantau. Disamping itu, sebagian warga juga bekerja sebagai Tenaga Kerja Indonesia di Luar negeri.
- Wilayah dieng memiliki potensi wisata yang cukup tinggi. Objek wisata yang terkenal adalah terdapat dua sumber mataair panas, yakni Pengamoman Lor dan Pengamoman Kidul. Objek tersebut cocok untuk penelitian geologis mengenai sumber mataair panas di kawasan Pegunungan Dieng. Objek wisata sangat menjanjikan penghasilan daerah dan masyarakat sekitar, seperti objek wisata telaga warna, menonton film dieng, dan kawah nya, sangat menjanjikan.
- Namun, potensi longsor didaerah itu sangat besar. Pengunjung dapat menikmati indahnya kawasan pegunungan Dieng dengan Kesegaran dan kesejukan udara tanpa menghirup kompos. Objek wisata Curug Cikarim setinggi 200 meter sangat cocok untuk dikembangkan menjadi objek wisata potensial. Selama perjalanan ada jalanan yang longsor yang dapat menghambat wisatawan untuk pergi ke dieng menikmati matahri terbit ,akan mengurangi pendapatan daerah
Candi Dieng
Komplek Candi Dieng dibangun pada masa Hindu, karena di areal percandian tersebut banyak ditemukan peninggalan-peninggalan berupa arca-arca Dewa Siwa, Wisnu, Agastya, Ganesha dan lain-lainya yang bercirikan agama Hindu. Namun, masyarakat setempat (sekitarnya) menamainya dengan tokoh-tokoh wayang Purwa dalam lokan Mahabarata, misalnya Candi Arjuna, Candi Gatotkaca, Candi Dwarawati, Candi Bima, Candi Semar, Candi Sembadra, Candi Srikandi dan Candi Puntadewa. Nama candi-candi tersebut tidak ada kaitannya dengan fungsi bangunan dan diperkirakan nama candi-candi diberikan setelah bangunan candi tersebut ditinggalkan atau tidak digunakan lagi. Sampai saat ini belum diketahui secara pasti siapa yang membangunnya. Yang jelas bahwa berdasarkan salah satu dari 12 prasasti yang ada, kompleks percandian tersebut dibuat 731 (Saka) atau 809 Masehi. Jadi, pada awal abad ke-9.
Komplek percandian yang ada di dataran tinggi Dieng itu dapat dibagi menjadi beberapa kelompok, yaitu Candi Arjuna, Candi Gatotkaca, Candi Dwarawati, dan Candi Bima. Masing-masing kelompok terdiri dari beberapa candi yang juga dinamai dengan nama tokoh-tokoh dalam cerita Mahabarata. Berikut ini akan diuraikan benda-benda cagar budaya yang terdapat dalam komplek percandian di dataran tinggi Dieng dari arah utara ke selatan.
Kelompok Candi Dwarawati
Kelompok Candi Dwarawati terletak paling utara diantara candi-candi di dataran tinggi Dieng yang didirikan di Bukit Perahu. Dahulu kelompok ini terdiri dari dua buah candi, yakni Candi Dwarawati (di sebelah timur) dan Candi Parikesit (di sebelah barat). Namun, saat ini yang masih berdiri hanya Candi Dwarawati saja. Candi Dwarawati menghadap ke arah barat dengan bentuk empat persegi panjang, berukuran panjang 5 meter dan lebar 4 meter, sedangkan tingginya 6 meter. Pada masing-masing dinding luar dan dalam candi terdapat relung-relung tempat arca yang sudah kosong, kecuali sebuah alas arca di dalam bilik candi (dhatu garbha). Sedangkan, atap candi berhias menara-menara kecil dan dihias dengan simbar-simbar lukisan kepala. Bentuk atap dan hiasan-hiasannya merupakan pengaruh dari India Selatan.
Petirtaan Bimo Lukar
Pertirtaan ini berupa kolam yang bermata air jernih, aliran airnya cukup deras, dan berukuran 5 m x 2,5 m x 1 m. Bangunannya terdiri dari susunan batu yang berhiaskan relief. Airnya disalurkan melalui beberapa pancuran.
Kelompok Candi Arjuna
Kelompok Candi Arjuna merupakan kelompok terbesar. Kalau orang mengatakan Candi Dieng, biasanya yang dimaksud adalah kelompok Candi Arjuna, padahal sebenarnya masih banyak kelompok yang lain. Kelompok yang memanjang dari utara ke selatan ini terdiri atas dua deretan candi, yakni deretan sebelah timur dan sebelah barat.
Deretan sebelah timur semua menghadap ke barat dan terdiri atas beberapa bangunan candi, yakni: Candi Arjuna-Srikandi, Puntadewa, dan Sembadra. Sedangkan, deretan sebelah barat tinggal satu candi yang masih berdiri, yakni Candi Semar yang berhadapan dengan Candi Arjuna.
Berbeda dengan kelompok Candi Dwarawati yang denahnya empat persegi panjang, candi-candi kelompok Arjuna berdenah bujur sangkar, tanpa penampil, hanya di bagian depan terdapat bilik pintu masuk yang menjorok ke depan. Pada dinding terdapat relung-relung dan hiasan-hiasan. Di bagian depan berhias kala-makara. Atapnya kaya akan hiasan. Sayang, kebanyakan candi di komplek ini sudah rusak dan beberapa diantaranya tinggal fondasinya saja. Sebenarnya sekitar 200 meter di sebelah barat-daya kelompok Candi Arjuna terdapat sisa-sisa bangunan yang dikenal sebagai Candi Setyaki, Petruk, Antareja, Nala Gareng, Nakula dan Sadewa, namun sudah sulit diidentifikasi karena tinggal fondasi-fondasinya saja.
Kelompok Candi Gatotkaca
Candi Gatotkaca tempatnya agak tinggi dibandingkan dengan kelompok Arjuna, yakni di sebelah barat telaga Bale Kambang dan di lereng bukit Panggonan. Candi Gatotkaca menghadap ke barat dan berdenah bujur sangkar berukuran 4,5 m x 4,5 m, dengan penampil pada masing-masing sisinya.
Kelompok Candi Bima
Kelompok Candi Bima kini tinggal satu candi saja dan terletak pada deretan ujung paling selatan, menghadap ke timur. Baturnya bujur sangkar berukuran 6 m x 6 m, sedangkan fondasinya berbentuk segi delapan, tinggi candi 8 m. Dibandingkan dengan candi-candi lainnya, Candi Bima termasuk paling utuh. Gaya bangunannya khusus. Atapnya dipenuhi hiasan dan terdiri dari tiga tingkatan yang batas-batasnya tidak jelas. Bentuk seluruhnya seperti Sikhara (seperti mangkuk yang ditangkupkan) di India Utara, hanya hiasan-hiasan menara dan relung-relung yang berbentuk tapal kuda menunjukkan pengaruh India Selatan.
Dahulu Candi Bima mempunyai 24 arca kudu, yaitu arca yang berbentuk kepala manusia yang seolah-olah melongok keluar dari bilik jendela yang masing-masing beratnya sekitar 15 kilogram, tinggi 24 cm, lebar 20 cm dan tebal 27 cm. Namun, karena seringnya terjadi pencurian di komplek Candi Dieng, terutama Candi Bima, maka saat ini arca yang terdapat di Candi Bima hanya sekitar 13 buah saja.
Kelompok Candi Dwarawati
Kelompok Candi Dwarawati terletak paling utara diantara candi-candi di dataran tinggi Dieng yang didirikan di Bukit Perahu. Dahulu kelompok ini terdiri dari dua buah candi, yakni Candi Dwarawati (di sebelah timur) dan Candi Parikesit (di sebelah barat). Namun, saat ini yang masih berdiri hanya Candi Dwarawati saja. Candi Dwarawati menghadap ke arah barat dengan bentuk empat persegi panjang, berukuran panjang 5 meter dan lebar 4 meter, sedangkan tingginya 6 meter. Pada masing-masing dinding luar dan dalam candi terdapat relung-relung tempat arca yang sudah kosong, kecuali sebuah alas arca di dalam bilik candi (dhatu garbha). Sedangkan, atap candi berhias menara-menara kecil dan dihias dengan simbar-simbar lukisan kepala. Bentuk atap dan hiasan-hiasannya merupakan pengaruh dari India Selatan.
Petirtaan Bimo Lukar
Pertirtaan ini berupa kolam yang bermata air jernih, aliran airnya cukup deras, dan berukuran 5 m x 2,5 m x 1 m. Bangunannya terdiri dari susunan batu yang berhiaskan relief. Airnya disalurkan melalui beberapa pancuran.
Kelompok Candi Arjuna
Kelompok Candi Arjuna merupakan kelompok terbesar. Kalau orang mengatakan Candi Dieng, biasanya yang dimaksud adalah kelompok Candi Arjuna, padahal sebenarnya masih banyak kelompok yang lain. Kelompok yang memanjang dari utara ke selatan ini terdiri atas dua deretan candi, yakni deretan sebelah timur dan sebelah barat.
Deretan sebelah timur semua menghadap ke barat dan terdiri atas beberapa bangunan candi, yakni: Candi Arjuna-Srikandi, Puntadewa, dan Sembadra. Sedangkan, deretan sebelah barat tinggal satu candi yang masih berdiri, yakni Candi Semar yang berhadapan dengan Candi Arjuna.
Berbeda dengan kelompok Candi Dwarawati yang denahnya empat persegi panjang, candi-candi kelompok Arjuna berdenah bujur sangkar, tanpa penampil, hanya di bagian depan terdapat bilik pintu masuk yang menjorok ke depan. Pada dinding terdapat relung-relung dan hiasan-hiasan. Di bagian depan berhias kala-makara. Atapnya kaya akan hiasan. Sayang, kebanyakan candi di komplek ini sudah rusak dan beberapa diantaranya tinggal fondasinya saja. Sebenarnya sekitar 200 meter di sebelah barat-daya kelompok Candi Arjuna terdapat sisa-sisa bangunan yang dikenal sebagai Candi Setyaki, Petruk, Antareja, Nala Gareng, Nakula dan Sadewa, namun sudah sulit diidentifikasi karena tinggal fondasi-fondasinya saja.
Kelompok Candi Gatotkaca
Candi Gatotkaca tempatnya agak tinggi dibandingkan dengan kelompok Arjuna, yakni di sebelah barat telaga Bale Kambang dan di lereng bukit Panggonan. Candi Gatotkaca menghadap ke barat dan berdenah bujur sangkar berukuran 4,5 m x 4,5 m, dengan penampil pada masing-masing sisinya.
Kelompok Candi Bima
Kelompok Candi Bima kini tinggal satu candi saja dan terletak pada deretan ujung paling selatan, menghadap ke timur. Baturnya bujur sangkar berukuran 6 m x 6 m, sedangkan fondasinya berbentuk segi delapan, tinggi candi 8 m. Dibandingkan dengan candi-candi lainnya, Candi Bima termasuk paling utuh. Gaya bangunannya khusus. Atapnya dipenuhi hiasan dan terdiri dari tiga tingkatan yang batas-batasnya tidak jelas. Bentuk seluruhnya seperti Sikhara (seperti mangkuk yang ditangkupkan) di India Utara, hanya hiasan-hiasan menara dan relung-relung yang berbentuk tapal kuda menunjukkan pengaruh India Selatan.
Dahulu Candi Bima mempunyai 24 arca kudu, yaitu arca yang berbentuk kepala manusia yang seolah-olah melongok keluar dari bilik jendela yang masing-masing beratnya sekitar 15 kilogram, tinggi 24 cm, lebar 20 cm dan tebal 27 cm. Namun, karena seringnya terjadi pencurian di komplek Candi Dieng, terutama Candi Bima, maka saat ini arca yang terdapat di Candi Bima hanya sekitar 13 buah saja.
Kode Warna HTML
Maroon #800000
DarkRed #8B0000
FireBrick #B22222
Red #FF0000
Salmon #FA8072
Tomato #FF6347
Coral #FF7F50
OrangeRed #FF4500
Chocolate #D2691E
SandyBrown #F4A460
DarkOrange #FF8C00
Orange #FFA500
DarkGoldenrod #B8860B
Goldenrod #DAA520
Gold #FFD700
Olive #808000
Yellow #FFFF00
YellowGreen #9ACD32
GreenYellow #ADFF2F
Chartreuse #7FFF00
LawnGreen #7CFC00
Green #008000
Lime #00FF00
LimeGreen #32CD32
SpringGreen #00FF7F
MediumSpringGreen #00FA9A
Turquoise #40E0D0
LightSeaGreen #20B2AA
MediumTurquoise #48D1CC
Teal #008080
DarkCyan #008B8B
Aqua #00FFFF
Cyan #00FFFF
DarkTurquoise #00CED1
DeepSkyBlue #00BFFF
DodgerBlue #1E90FF
RoyalBlue #4169E1
Navy #000080
DarkBlue #00008B
MediumBlue #0000CD
Blue #0000FF
BlueViolet #8A2BE2
DarkOrchid #9932CC
DarkViolet #9400D3
Purple #800080
DarkMagenta #8B008B
Fuchsia #FF00FF
Magenta #FF00FF
MediumVioletRed #C71585
DeepPink #FF1493
HotPink #FF69B4
Crimson #DC143C
Brown #A52A2A
IndianRed #CD5C5C
RosyBrown #BC8F8F
LightCoral #F08080
Snow #FFFAFA
MistyRose #FFE4E1
DarkSalmon #E9967A
LightSalmon #FFA07A
Sienna #A0522D
SeaShell #FFF5EE
SaddleBrown #8B4513
Peachpuff #FFDAB9
Peru #CD853F
Linen #FAF0E6
Bisque #FFE4C4
Burlywood #DEB887
Tan #D2B48C
AntiqueWhite #FAEBD7
NavajoWhite #FFDEAD
BlanchedAlmond #FFEBCD
PapayaWhip #FFEFD5
Moccasin #FFE4B5
Wheat #F5DEB3
Oldlace #FDF5E6
FloralWhite
Cornsilk #FFF8DC
Khaki #F0E68C
LemonChiffon #FFFACD
PaleGoldenrod #EEE8AA
DarkKhaki #BDB76B
Beige #F5F5DC
LightGoldenrodYellow #FAFAD2
LightYellow #FFFFE0
Ivory #FFFFF0
OliveDrab #6B8E23
DarkOliveGreen #556B2F
DarkSeaGreen #8FBC8F
DarkGreen #006400
ForestGreen #228B22
LightGreen #90EE90
PaleGreen #98FB98
Honeydew #F0FFF0
SeaGreen #2E8B57
MediumSeaGreen #3CB371
Mintcream #F5FFFA
MediumAquamarine #66CDAA
Aquamarine #7FFFD4
DarkSlateGray #2F4F4F
PaleTurquoise #AFEEEE
LightCyan #E0FFFF
Azure #F0FFFF
CadetBlue #5F9EA0
PowderBlue #B0E0E6
LightBlue #ADD8E6
SkyBlue #87CEEB
LightskyBlue #87CEFA
SteelBlue #4682B4
AliceBlue #F0F8FF
SlateGray #708090
LightSlateGray #778899
LightsteelBlue #B0C4DE
CornflowerBlue #6495ED
Lavender #E6E6FA
GhostWhite #F8F8FF
MidnightBlue #191970
SlateBlue #6A5ACD
DarkSlateBlue #483D8B
MediumSlateBlue #7B68EE
MediumPurple #9370DB
Indigo #4B0082
MediumOrchid #BA55D3
Plum #DDA0DD
Violet #EE82EE
Thistle #D8BFD8
Orchid #DA70D6
LavenderBlush #FFF0F5
PaleVioletRed #DB7093
Pink #FFC0CB
LightPink #FFB6C1
Black #000000
DimGray #696969
Gray #808080
DarkGray #A9A9A9
Silver #C0C0C0
LightGrey #D3D3D3
Gainsboro #DCDCDC
WhiteSmoke #F5F5F5
White #FFFFFF
DarkRed #8B0000
FireBrick #B22222
Red #FF0000
Salmon #FA8072
Tomato #FF6347
Coral #FF7F50
OrangeRed #FF4500
Chocolate #D2691E
SandyBrown #F4A460
DarkOrange #FF8C00
Orange #FFA500
DarkGoldenrod #B8860B
Goldenrod #DAA520
Gold #FFD700
Olive #808000
Yellow #FFFF00
YellowGreen #9ACD32
GreenYellow #ADFF2F
Chartreuse #7FFF00
LawnGreen #7CFC00
Green #008000
Lime #00FF00
LimeGreen #32CD32
SpringGreen #00FF7F
MediumSpringGreen #00FA9A
Turquoise #40E0D0
LightSeaGreen #20B2AA
MediumTurquoise #48D1CC
Teal #008080
DarkCyan #008B8B
Aqua #00FFFF
Cyan #00FFFF
DarkTurquoise #00CED1
DeepSkyBlue #00BFFF
DodgerBlue #1E90FF
RoyalBlue #4169E1
Navy #000080
DarkBlue #00008B
MediumBlue #0000CD
Blue #0000FF
BlueViolet #8A2BE2
DarkOrchid #9932CC
DarkViolet #9400D3
Purple #800080
DarkMagenta #8B008B
Fuchsia #FF00FF
Magenta #FF00FF
MediumVioletRed #C71585
DeepPink #FF1493
HotPink #FF69B4
Crimson #DC143C
Brown #A52A2A
IndianRed #CD5C5C
RosyBrown #BC8F8F
LightCoral #F08080
Snow #FFFAFA
MistyRose #FFE4E1
DarkSalmon #E9967A
LightSalmon #FFA07A
Sienna #A0522D
SeaShell #FFF5EE
SaddleBrown #8B4513
Peachpuff #FFDAB9
Peru #CD853F
Linen #FAF0E6
Bisque #FFE4C4
Burlywood #DEB887
Tan #D2B48C
AntiqueWhite #FAEBD7
NavajoWhite #FFDEAD
BlanchedAlmond #FFEBCD
PapayaWhip #FFEFD5
Moccasin #FFE4B5
Wheat #F5DEB3
Oldlace #FDF5E6
FloralWhite
Cornsilk #FFF8DC
Khaki #F0E68C
LemonChiffon #FFFACD
PaleGoldenrod #EEE8AA
DarkKhaki #BDB76B
Beige #F5F5DC
LightGoldenrodYellow #FAFAD2
LightYellow #FFFFE0
Ivory #FFFFF0
OliveDrab #6B8E23
DarkOliveGreen #556B2F
DarkSeaGreen #8FBC8F
DarkGreen #006400
ForestGreen #228B22
LightGreen #90EE90
PaleGreen #98FB98
Honeydew #F0FFF0
SeaGreen #2E8B57
MediumSeaGreen #3CB371
Mintcream #F5FFFA
MediumAquamarine #66CDAA
Aquamarine #7FFFD4
DarkSlateGray #2F4F4F
PaleTurquoise #AFEEEE
LightCyan #E0FFFF
Azure #F0FFFF
CadetBlue #5F9EA0
PowderBlue #B0E0E6
LightBlue #ADD8E6
SkyBlue #87CEEB
LightskyBlue #87CEFA
SteelBlue #4682B4
AliceBlue #F0F8FF
SlateGray #708090
LightSlateGray #778899
LightsteelBlue #B0C4DE
CornflowerBlue #6495ED
Lavender #E6E6FA
GhostWhite #F8F8FF
MidnightBlue #191970
SlateBlue #6A5ACD
DarkSlateBlue #483D8B
MediumSlateBlue #7B68EE
MediumPurple #9370DB
Indigo #4B0082
MediumOrchid #BA55D3
Plum #DDA0DD
Violet #EE82EE
Thistle #D8BFD8
Orchid #DA70D6
LavenderBlush #FFF0F5
PaleVioletRed #DB7093
Pink #FFC0CB
LightPink #FFB6C1
Black #000000
DimGray #696969
Gray #808080
DarkGray #A9A9A9
Silver #C0C0C0
LightGrey #D3D3D3
Gainsboro #DCDCDC
WhiteSmoke #F5F5F5
White #FFFFFF
Langganan:
Postingan (Atom)
Pengikut
Popular
Labels
Archive
Popular Posts
-
Abis saur upload kartu NISN pesenan Bu Rum Kaliders 12.... Bentuknya kaya gini neeeyyy DOWNLOAD Anda cukup mengisi kan data pada table...
-
Assalamualaikum, oke langsung z silahkan dicicipi apliaksi buku nilai k13 versi 2.0, tentunya ini adalah versi penyempurnaan dari ve...
-
Assallamualaikum wr.wb langsung z, buat yg buru2, berikut saya bagikan aplikasi raport k13 terbaru tahun 2018, compatible buat se...
-
gimana seeech cara supaya menu excel bisa di klik sesuai yang di harapkan. monggo di simak 1. klik file 2. klik option ...
-
Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, penilaian hasil belajar peserta didik terd...
-
Assalamualaikum, wr.wb alhamdulillah disela kesibukan akhirnya saya dapat merampungkan tutorial ini. Tutorial ini di buat untuk membantu GS...
-
Pada siang hari di akhir musim gugur, satu keluarga semut yang telah bekerja keras sepanjang musim panas untuk mengumpulkan makanan, mengeri...
-
Seorang yang sangat pelit mengubur emasnya secara diam-diam di tempat yang dirahasiakannya di tamannya. Setiap hari dia pergi ke tempat dima...
-
IKA NIRMALA S.Pd 1815089054 Download SINGGIH TANU WANGSA S.Pd1815089144 ROSMAWATI SILVIANTI S.Pd 1815089100 DITTA NUR CH S.Pd 18150...
-
Budi Setiawan, M.Pd Neneng Choiriyah, MM Alizar Andriyanto, Msc.Ed Eni Suryani Laela Majnun, MMPd ...

